Hakikat kebahagiaan
Hakikat kebahagiaan
Oleh Dadang Muslim, S.Pd
Manusia merupakan makhluk yang terdiri dari dua unsur. Unsur yang terlihat yaitu berupa jasad dan Unsur yang tidak terlihat yaitu ruh. Dua potensi dasar yang Allah SWT amanahkan kepada manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT dan melaksanakan tugasnya sebagai Khalifatullah untuk mengelola bumi dan Isinya.
Kehidupan manusia tidak terlepas dari kemudahan dan kesulitan, dimana ada kemudahan disanalah kesulitan menyertainya, atau sebaliknya. Ketika menemukan jalan yang menanjak dipastikan akan menghadapi jalan yang menurun, begitulah kehidupan.
Semua manusia dalam kehidupannya selalu mengharapkan kebahagian, apa yang diusahakannya harus sesuai dengan yang diharapannya, kalau tidak sesuai, maka hatinya diliputi kesedihan, kekecewaan, dan keputusasaan. Semua kekuatannya dikerahkan untuk meraih kebahagiaan. siapa yang tidak mau Bahagia?. Kalau semua manusia ditanya, apakah manusia mau Bahagia?, pasti jawabannya iya, tetapi ketika ditanya, apa bentuk kebahagian dalam hidup? Jawabnya akan berbeda.
Sangat pentingnya kebahagiaan dalam kehidupan manusia, maka Sebagian manusia menghimpun kekuatan bersama untuk memperolehnya dan menentukan hari kebahagiaan dunia, maka ditetapkanlah Tanggal 20 Maret sebagai momentum hari kebahagiaan Internasional. Manusia juga merumuskan konsep kabahagiaan sebagai barometer kebahagian sebuah negara untuk dilaporkan kepada dunia. dimulai dari tahun 2012 laporan kebahagian selalu dilaporkan kepada masyarakat dunia. Tahun 2018 sampai sekarang negara Filandhia merupakan negara paling Bahagia di dunia.
Biasanya ada enam faktor barometer sebuah negara dikategorikan negara yang yaitu;
- GDP perkapita
- Dukungan sosial
- Tingginya harapan hidup
- Kedermawaan
- Kebebasan menentukan pilihan hidup
- Bebas Korupsi
Menurut Prof Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas kebahagiaan manusia berdasarkan perasaan dan emosi yang bersifat sementara, sifatnya pemenuhan unsur jasad semata. kebahagiaan perasaan dan emosi selalu menjadi tolak ukur manusia dalam meraih kebahagiaanya. Salah satu contoh uang, merupakan tolak ukur kebahagiaan manusia kontemporer dan ternyata kebahagian mendapat uang hanya sementara, karena setelah memperolehnya kesulitan selalu menyertainya. Merasaan tidak aman, ketakutan, kekhawatiran dan perasaan-perasaan yang bertolak belakang dengan kebahagiaan itu sendiri.
Negara yang disebutkan negara maju atau yang meraih tingkat kabahagiaan tertinggi sedunia tidak sebanding dengan kebahagaian yang lainnya, sebagai contoh negara yang disebutkan negara yang paling tinggi tingkat kebahagiaannya tetapi tingkat bunuh diri warganya termasuk paling tinggi peringkatnya sedunia. Berarti ada masalah dalam merumuskan konsep kebahagiaannya.
Ajaran islam mengajarkan kepada manusia mengenai konsep kebahagian. Kebahagiaan dalam ajaran islam ada tingkatnya. Pertama kebahagiaan yang sifatnya sementara dan akan cepat hilang yaitu kebahagiaan yang bersifat emosi dan perasaan yang disebut kenikmatan dunia yang tentu bersifat fana dan tidak nyata karena kebahagiaan ini bersifat patamorgana. Islam tidak mengharamkan manusia untuk memperoleh kenikmatan dunia, justru islam memboleh manusia menikmati dunia dengan satu syarat, yaitu kebahagiaan tersebut harus didasari dengan kebahagiaan yang kedua yaitu kebahagian yang abdi. Kekal dan spiritual yaitu kebahagian yang melahirkan ketenangan, ketentraman, dan keamanan jiwa. Yang merupakan pemenuhan kebahagiaan unsur kedua dari hakikat manusia yaitu ruh.
Kebahagiaan ruh memiliki kebahagaian yang abadi, kekal dan Spiritual, karena dengan mendekatan diri kepada Allah SWT dan mengenalNya menyebabkan hati menjadi tenang, tentram dan aman, Allah SWT berfirman
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. [13] Ar-Ra'd : 28)
Dan sebaliknya manusia yang tidak mengingat kepada Allah SWT, tidak mentaati perintahNya dan tidak menjauhi laranganNya maka yang akan menghadapi kesempitan hidup, keresahan, dan kekacauan yang akan dirasakan sebagaimana firman Allah SWT
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ
Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. [20] Taha : 124)
Kebahagaian abadi, kekal dan spiritual harus menjadi substratum bagi kebahagiaan rasa dan emosi, karena manusia akan menghadapi ujian hidup. Setiap manusia pastinya akan menghadapi ujian hidup, ketika kenyataan hidup tidak sesuai harapannya peran kebahagiaan spiritual yang menjadi benteng dalam menyelamatkan manusia. Tidak semua kenikmatan dunia dapat diraih oleh manusia dan tidak semua yang diiraih dalam kenikmatan dunia dapat membahagiakan manusia. Maka kebahagian manusia paling penting adalah mendekatan diri kepada Allah SWT dalam setiap situasi dan kondisi. Usaha yang dilakukkan oleh manusia akan sia-sia tanpa didasari dengan keimanan keimanan kepada Allah SWT.
Allah SWT menjadi pusat kebahagiaan manusia dan merupakan puncak dari kebahagian itu sendiri karena puncak kebahagian manusia adalah bertemu langsung dengan wujud Allah SWT di surga dan ini dijelaskan dalam FirmanNya
۞وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَۖ عَطَآءً غَيۡرَ مَجۡذُوذٖ
Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya. (QS. [11] Hud : 108)
Kesimpulannya hakikat kebahagian dalam Islam ada 3 tingkatan
- Kebahagian perasaan dan emosi. Kebahagian yang sementara bersifat kenikamatan dunai yang fana.
- Kebahagiaan Spiritual. Kebahagian yang abadi dan kekal bersifat mendekatan diri dan mengenal Allah SWT
- Puncak Kebahagian manusia. Kebahagiaan yang akan dirasakan oleh manusia yang masuk kesurga yaitu kebahagian bertemu dengan Allah SWT.
Wallahu’alam
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden OSIS SMP FK Bina Muda
Rabu, 04 Februari 2026 telah dilaksanakan kegiatan pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2026-2027. Hal ini bertujuan sebagai salah satu pelajaran dan pemahaman siswa tentang be
SPMB SMP FK Bina Muda Tahun Pelajaran 2026-2027
SPMB SMP FK Bina Muda Tahun Pelajaran 2026-2027 telah di buka. Segera daftarkan dan bergabung dengan kami.
Siap Kembali Ke Sekolah Semester Genap Tahun Ajaran 2025-2026
Saatnya kembali ke sekolah, kembali belajar bersama sebagai bekal meraih cita-cita. Hari baru, semester baru, semangat baru. Alhamdulillah sudah seminggu siswa/i SMP FK Bina Mu
PEMBAGIAN RAPORT dan PARENTING "DISIPLIN POSITIF"
PEMBAGIAN RAPORT dan PARENTING "DISIPLIN POSITIF" SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2025-2026 Alhamdulillah satu semester telah dilalui bersama oleh Bapak Ibu Guru, Karyawan khususnya siswa/
PEMBAGIAN REWARD AKADEMIK dan Non AKADEMIK
Apresiasi Beberapa Siswa Siswi di Bidang Non Akademik Semester 1 Tahun Pelajaran 2025-2026
PKKS SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) SMP FK BINA MUDA TAHUN 2025 Senin, 08 Desember 2025 telah dilaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun 2025 oleh Pengawas Sub Ra
PORSMART SMP FK BINA MUDA
PORSMART (Pekan Olah Raga, Seni dan Market Day) SEMESTER 1 SISWA/I SMP FK BINA MUDA Dalam rangka silaturahmi antar kelas, maka SMP FK Bina Muda mengadakan ajang PORSMART antar sisw
PERESMIAN MAKANAN BERGIZI (MBG) DI SMP FK BINA MUDA
Alhamdulillah, sudah seminggu ini siswa/i SMP FK Bina Muda sudah mendapatkan MBG (Makanan Bergizi Gratis) dari program pemerintah. Hal ini sudah diresmikan Senin, 1 Desember 2025 oleh K
EVALUASI dan REFLEKSI PROGRAM SEKOLAH SEMESTER 1
EVALUASI DAN REFLEKSI PROGRAM SEKOLAH SMP FK BINA MUDA SEMESTER 1 "Menghidupkan Nilai Bersama : Refleksi Sebagai Fondasi Kekuatan Komunitas" Sebagai salah satu kegiatan rutin

